Nikmati Lumernya Anko dari Si Kue Ikan Taiyaki

Juni 22, 2019




Pecinta manga atau anime pasti sering menemukan adegan sang tokoh menyantap jajanan tradisional berbentuk ikan. Penganan tersebut bernama taiyaki yang terbuat dari tepung terigu dengan isian anko (kacang azuki yang diproses menjadi pasta). Jauh sebelum masuk ke budaya populer Jepang, taiyaki ternyata melewati sejarah panjang untuk dikenal dan bertahan.

Sudah digemari sejak satu dekade
Kata taiyaki terinspirasi dari bentuknya yang menyerupai ikan kurisi atau tai dalam bahasa Jepang. Tai juga mempunyai bunyi pengucapan yang serupa dengan tai dalam medetai yang berarti hal baik. Maka dari itu, masyarakat Jepang kerap menyantap taiyaki karena percaya akan mengundang kebaikan pada mereka. Bahkan pada zaman dulu, makan taiyaki menjadi semacam tradisi untuk memohon nasib baik.
Sejauh ini, belum ada sumber pasti yang menjelaskan sejarah munculnya taiyaki, tetapi beberapa orang mengatakan kue tradisional ini sudah digemari sejak lebih dari 100 tahun lalu. Kemudian memasuki era 2000-an, isi taiyaki mulai bervariasi. Selain anko, ada isian berupa cokelat, krim karamel, krim mustard, krim keju, dan lain sebagainya. Ada juga yang memadukannya dengan es krim.

Mencicipi taiyaki langsung di Jepang
Punya kesempatan mengunjungi Jepang? Jangan lewatkan kesempatan mencoba langsung taiyaki selama berada di sana. Jajanan tradisional tersebut sebenarnya sudah bisa ditemukan di supermarket maupun toko khusus camilan. Harganya berkisar dari 100 hingga 300 yen per buah. Ukurannya juga beragam, tetapi rata-rata sekitar 15 cm atau sebesar telapak tangan orang dewasa.

Namun, tak ada yang bisa mengalahkan sensasi taiyaki dari penjual yang meraciknya secara tradisional. Taiyaki yang baru matang akan dihidangkan menggunakan kantung kertas. Pasta kacang azuki yang keluar dari taiyaki akan langsung lumer di lidah. Jajanan lain serupa taiyaki yang bisa disantap adalah oyaki dan imagawayaki yang hanya berbeda dari segi bentuknya saja.

Taiyaki yang dijual di Indonesia mungkin punya rasa dan tekstur berbeda karena ada penyesuaian pada bahan-bahannya, tetapi tetap nikmat disantap sebagai camilan atau pengganjal perut.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »