Recent Posts

Penyakit Asma Bronkial dan Cara Pengobatannya

Penyakit Asma Bronkial dan Cara Pengobatannya

Agustus 23, 2019 Add Comment
Hasil gambar untuk Asma Bronkial

Tentang Asma Bronkial
Asma bronkial adalah jenis sakit asma umum dengan adanya peradangan dalam bronkus sebagai penyebabnya. Peradangan yang terjadi menyebabkan bronkus membengkak lalu menyempit, selain itu produksi lendis juga menjadi berlebihan. Kondisi inilah yang nantinya dapat menyumbat saluran udara yang membuat penderitanya susah bernapas.
Gejala yang dapat dialami penderita cukup beragam. Gejala yang muncul bergantung dari tingkat parah, frekuensi, dan durasi serangan. Namun ada ciri khas yang mendasari penyakit ini. Berikut beberapa diantaranya:

  • Batuk keras.
Gejala umum asma bronkial adalah batuk keras, baik kering atau berdahak. Batuk bisa lebih buruk di malam hari atau selesai beraktivitas. Bila Anda mengalami batuk berlanjut untuk waktu lama bisa jadi hal itu menunjukkan gejala asma.

  • Mengi
Mengi adalah suara nafas yang berbunyi liris mirip siulan. Suara ini muncul akibat saluran udara yang tersumbat atau sempit. Akan tetapi, munculnya suara mengi ini juga bisa menjadi gejala penyakit lain seperti pneumonia dan PPOK.

  • Susah Bernapas dan Dada Sesak
Penyakit asma membuat penderitanya susah bernapas lega. Selain itu, bagian dada juga akan terasa sesak. Hal ini terasa karena adanya otot saluran napas yang membengkak karena peradangan.
Bila Anda mendapati beberapa gejala di atas, maka waspadai sebagai gejala asma bronkial. Agar gejala tidak memburuk lakukan penanganan sigap. Adapun dalam hal ini dibutuhkan pula konsultasi kepada dokter ahli.

Cara Pencegahan Serangan Asma Bronkial
Penderita asma mungkin tidak bisa disembuhnya secara total. Namun, gejala penyakit ini bisa ditekan. Sehingga tidak menyebabkan serangan yang membahayakan. Beberapa pencegahan serangan yang dianjurkan yaitu:

  • Mencegah Pemicu Alergi
Umumnya gejala asma muncul karena faktor pemicu atau alergi yang sama. Dimana faktor pemicu asma antara penderita yang satu dengan lainnya bisa jadi berbeda. Karenanya Anda perlu mengenali faktor pemicu dan bisa menghindarinya.

  • Menggunakan Filter Udara
Filter udara adalah alat yang berfungsi menyaring udara. Sehingga partikel pemicu asma seperti tungau, jamur, atau allergen yang lain dapat dihindari. Akan tetapi, penderita asma tidak dibenarkan tergantung dengan filter udara. Sehingga cukup gunakan sebaiknya.

  • Immunotherapy
Upaya pencegahan berikutnya ini seperlu meningkatkan atau malah menekan sistem imun. Dimana tujuannya agar sensitivitas tubuh akan allergen bisa dikurangi. Konsultasikan untuk mendapat jenis perawatan ini dengan dokter kepercayaan Anda
Apa Itu Asam Urat? Bagaimana Cara Pencegahannya?

Apa Itu Asam Urat? Bagaimana Cara Pencegahannya?

Agustus 21, 2019 Add Comment
Hasil gambar untuk Apa Itu Asam Urat? Bagaimana Cara Pencegahannya?

Asam Urat dan Gejala Umumnya
Apa itu penyakit asam urat? Asam urat adalah peradangan yang terjadi pada sendi. Penyakit ini mungkin lebih familiar sebagai sakit encok. Asam urat menyebabkan rasa sakit luar biasa yang disebabkan karena tingginya kadar purin dalam tubuh. Purin sendiri merupakan protein yang diproduksi tubuh dan banyak pula terkandung dalam produk makanan baik dari tumbuhan ataupun hewan.

Tingginya kadar purin dalam tubuh akan mengalir dalam darah dan selanjutnya diubah menjadi asam urat berbentuk kristal. Kristal asam urat ini bisa menumpuk di persendian dan jaringan lunak yang lain. Bila penumpukan asam urat berlebih akan menyebabkan rasa linu dan nyeri luar biasa. Pada tahap inilah dikatakan terjadi asam urat.

Penderita asam urat yang satu dengan lainnya bisa jadi merasakan gejala berbeda. Namun, ada gejala umum yang dapat dikenali agar bisa segera melakukan pengobatan. Beberapa diantaranya seperti:

  • sendi yang membengkak,
  • nyeri mendadak pada sendi,
  • bagian sendi yang nyeri dan bengkak terasa panas saat disentuh,
  • muncul warna kemerahan pada kulit area sendi,
  • gerakan menjadi terbatas, dan
  • terjadi pembengkakan parah warna merah di kulit.

Gejala asam urat di atas umumnya muncul dan menyerang satu bagian sendi saja. Seperti sendi kaki di sekitar lutut atau pergelangan kaki. Rasa nyeri yang luar biasa bisa menandakan adanya peradangan yang sudah memburuk.

Pencegahan Asam Urat
Mengetahui betapa sakitnya gejala asam urat, tentu tidak ada satu orang pun mau menderita sakit ini. Sementara penyakit ini nyatanya bisa menyerang siapa saja. Akan tetapi, resiko paling besar dimiliki oleh mereka yang udah berusia di atas 40 tahun. Pria pun lebih berisiko dibanding wanita. Apalagi bila diiringi dengan kebiasaan makanan berlemak, tinggi purin, dan memiliki berat badan berlebih. Karenanya dianjurkan untuk melakukan upaya pencegahan seperti:

  • Membatasi Makanan Tinggi Purin
Mengonsumsi makanan dengan kandungan purin sebenarnya tidak dilarang. Asal masih dalam batasan cukup. Bila Anda memiliki riwayat sakit asam urat, maka sebaiknya memotong porsi makanan tinggi purin secara drastis dan memilih menu sehat lainnya agar tidak kambuh.

  • Rutin Olahraga
Olahraga rutin juga diperlukan untuk menekan risiko asam urat. Pertama karena berat badan tubuh Anda akan terkontrol dan kesehatan tubuh lebih terjaga. Jenis olahraga yang dipilih bisa disesuaikan hobi. Dimana jadwal olahraga tidak perlu berdurasi lama yang penting rutin dan membuat Anda disiplin.
Waspada Penyakit Melanoma, Ini Pencegahannya!

Waspada Penyakit Melanoma, Ini Pencegahannya!

Agustus 19, 2019 Add Comment
Hasil gambar untuk Penyakit Melanoma

Mengenal Melanoma
Melanoma adalah penyakit kanker kulit yang menyerang sel pigmen kulit yang berfungsi menghasilkan melanin. Melanin sendiri dikenal sebagai pigmen kulit yang berperan penting melindungi kulit dari risiko kerusakan. Kanker kulit ini cukup jarang ditemui, meski demikian penyakit ini cukup berbahaya. Pasalnya melanoma dapat menyerang kulit lalu menyebar menyerang organ tubuh yang lain.
Penderita melanoma bisa dikenali dengan munculnya tahi lalat baru di tubuh. Dimana bagian tubuh yang paling sering menunjukkan gejala melanoma adalah wajah, tangan, punggung, dan kaki. Adapun adanya perubahan pada tahi lalat yang sudah ada juga dapat diketahui sebagai gejala umum melanoma. Tahi lalat memiliki lebih dari satu warna, terasa gatal, mengalami pendarahan, dan ukurannya cenderung lebih besar dibanding ukuran normal.
Penyebab kanker kulit melanoma diketahui karena adanya sel pigmen kulit yang berkembang secara abnormal. Untuk penyebab pastinya belum diketahui benar. Namun, sejumlah ahli medis meyakini frekuensi paparan sinar UV yang terlalu intens dapat memicu melanoma. Selebihnya penelitian terus dilakukan guna mengetahui penyebab melanoma secara spesifik.

Pencegahan Melanoma

  • Menghindari Paparan Sinar Matahari
Sebaiknya Anda menghindari paparan sinar matahari langsung, terutama saat matahari di puncak terpanas. Yakni sekitar pukul 10.00-14.00. Bila Anda perlu melakukan aktivitas di luar ruangan usahakan untuk melindungi diri dengan pakaian panjang, topi, payung, atau menggunakan tabir surya. Usahakan pula untuk tetap berada di tempat yang teduh.

  • Menggunakan Tabir Surya
Untuk Anda yang aktif bekerja di luar ruangan, jangan lupa menggunakan tabir surya. Produk tabir surya yang direkomendasikan memiliki kadar SPF minimal 15. Penggunaan tabir surya diperlukan untuk menghindari paparan sinar UVA dan UVB. Penggunaan tabir surya ini juga penting untuk anak-anak. Pasalnya melanoma tidak memandang usia, bisa menyerang anak-anak, remaja, ataupun dewasa.

  • Menghindari Sinar UV Buatan
Selain menghindari paparan sinar UV langsung, sebaiknya Anda juga jauh-jauh dari sinar UV buatan. Pasalnya sinar UV buatan lebih berisiko. Hal ini karena sinar UV buatan bersumber dari radiasi sinar UV yang sudah terkonsentrasi sehingga dapat memicu melanoma.
Risiko Obesitas dan Upaya Pencegahan yang Direkomendasikan

Risiko Obesitas dan Upaya Pencegahan yang Direkomendasikan

Agustus 18, 2019 Add Comment
Hasil gambar untuk Obesitas

Penyakit Obesitas
Belakangan ini marak terdengar kasus obesitas atau kegemukan. Yakni suatu kondisi penumpukan lemak tubuh yang cukup tinggi. Obesitas parah menyebabkan penderitanya tidak bisa beraktivitas bebas, bahkan untuk bangun dari tidur pun rasanya mustahil. Hal ini seperti kasus obesitas yang santer diberitakan di televisi dan media massa lainnya beberapa waktu lalu.
Obesitas dapat terjadi lantaran asupan kalori lebih besar dibanding proses pembakaran kalori. Alhasil kalori yang masuk ke dalam tubuh menumpuk membentuk lemak. Bila hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka berisiko pada kenaikan berat badan drastis yang berisiko pada obesitas. Obesitas bukan penyakit yang bisa dianggap remeh. Pasalnya obesitas juga memicu penyakit kronis lain seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung mematikan.
Kegemukan bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Anda berisiko menderita obesitas bila tidak mampu menjaga pola makan dan enggan berolahraga. Penyakit obesitas pun biasanya diderita oleh mereka yang malas bergerak sementara pola makan didominasi makanan berlemak dan berkolesterol. Beberapa kondisi juga diketahui menyebabkan obesitas seperti genetik, kebiasaan mengkonsumsi junk food, tidak cukup tidur, stress, dan menggunakan obat jenis tertentu.

Pencegahan Obesitas yang Dianjurkan

  • Mengembangkan Gaya Hidup Sehat
Gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga bisa dilakukan sebagai upaya awal mencegah obesitas. Bagi Anda yang sibuk bekerja mungkin merasa sulit meluangkan waktu untuk berolahraga. Sebenarnya Anda tidak butuh waktu lama. Di pagi hari selepas bangun tidur Anda bisa meluangkan waktu sejenak untuk jogging atau sekedar melakukan pemanasan ringan di sekitar rumah. Adapun di weekend tidak ada salahnya pula menjadwalkan diri untuk berenang, fitness, atau olahraga yang lain.

  • Mengembangan Pola Makan Sehat
Gaya hidup sehat Anda juga perlu ditopang dengan mengonsumsi makanan sehat. Jauhi makanan dengan kadar gula tinggi, lemak, dan kolesterol. Beberapa makanan tersebut beresiko meningkatkan penyakit obesitas. Perbanyak asupan makanan tinggi serat, sayur, dan buah yang bagus untuk sistem pencernaan tubuh Anda.

  • Membiasakan Tubuh Bergerak Aktif
Sesekali bersikap malas ingin bersantai boleh. Namun, jangan menjadikan malas menjadi kebiasaan. Biasakan tubuh Anda untuk aktif bergerak. Hal ini bisa dilatih dengan giat membersihkan rumah seperti menyapu lantai, mengepel, atau lainnya. Kegiatan mencuci baju secara manual tanpa mesin juga akan membuat tubuh Anda aktif bergerak.

Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit Jantung

Agustus 15, 2019 Add Comment

Penyakit Jantung
Jantung adalah organ vital tubuh yang berfungsi penting dalam pemompaan darah. Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh dan juga paru-paru. BIla kesehatan jantung terganggu tentu dapat mengancam keselamatan hidup seseorang. Dimana penyakit jantung termasuk penyakit mematikan. Tidak sedikit kasus kematian mendadak disebabkan serangan jantung tiba-tiba yang terlambat terdeteksi.
Penyebab dan Gejala Penyakit Jantung
Penyakit jantung umumnya terjadi karena penumpukan kolesterol yang menyebabkan plak. Plak yang menumpuk menyebabkan aliran darah melalui pembuluh menjadi terganggu. Alhasil detak jantung terasa akan lebih cepat, tekanan darah naik, dan lambat laun membuat suplai oksigen ke jantung menjadi terhambat.
Kondisi di atas menyebabkan kinerja organ jantung tidak optimal. Dimana penderita sakit jantung mulai bisa merasakan beberapa gejala yang tidak jarang dianggap sepele. Beberapa gejala sakit jantung diantaranya sesak napas, sering pusing, mudah lelah, dan nyeri di bagian dada. Adapun sakit jantung yang terlambat ditangani berisiko menyebabkan jantung berhenti total. Kondisi inilah yang disebut serangan jantung koroner dengan risiko kematian mendadak.
Pencegahan Penyakit Jantung
Sebagian besar penyakit jantung disebabkan karena kurangnya kesadaran akan pola hidup sehat. HIndari dan cegah penyakit mematikan di dunia ini dengan upaya tepat. Pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya:
  • Pola Hidup Sehat
Awali dengan pola hidup sehat. Misalnya mengonsumsi makanan sehat dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur. Batasi asupan makanan berlemak jahat dan kolesterol. Cara pengolahan atau memasak juga perlu diperhatikan, dimana kegiatan menggoreng lebih baik mulai dikurangi.
  • Mengontrol Kadar Gula dan Tekanan Darah
Beberapa jenis penyakit dapat menjadi penyebab komplikasi sakit jantung. Sebut saja seperti obesitas dan hipertensi. Karenanya kontrol kadar gula dalam darah dan tekanan darah Anda secara rutin dengan check up di klinik terdekat.
  • Olahraga Teratur
Olahraga yang teratur termasuk dalam rangkaian pola hidup sehat. Pilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat yang bisa dilakukan rutin beberapa kali tiap pekannya. Olahraga akan membantu menjaga kesehatan jantung Anda dengan memiliki denyut jantung teratur. Selain itu, imbangi dengan menjauhi rokok dan minuman beralkohol.