Recent Posts

Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit Jantung

Agustus 15, 2019 Add Comment

Penyakit Jantung
Jantung adalah organ vital tubuh yang berfungsi penting dalam pemompaan darah. Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh dan juga paru-paru. BIla kesehatan jantung terganggu tentu dapat mengancam keselamatan hidup seseorang. Dimana penyakit jantung termasuk penyakit mematikan. Tidak sedikit kasus kematian mendadak disebabkan serangan jantung tiba-tiba yang terlambat terdeteksi.
Penyebab dan Gejala Penyakit Jantung
Penyakit jantung umumnya terjadi karena penumpukan kolesterol yang menyebabkan plak. Plak yang menumpuk menyebabkan aliran darah melalui pembuluh menjadi terganggu. Alhasil detak jantung terasa akan lebih cepat, tekanan darah naik, dan lambat laun membuat suplai oksigen ke jantung menjadi terhambat.
Kondisi di atas menyebabkan kinerja organ jantung tidak optimal. Dimana penderita sakit jantung mulai bisa merasakan beberapa gejala yang tidak jarang dianggap sepele. Beberapa gejala sakit jantung diantaranya sesak napas, sering pusing, mudah lelah, dan nyeri di bagian dada. Adapun sakit jantung yang terlambat ditangani berisiko menyebabkan jantung berhenti total. Kondisi inilah yang disebut serangan jantung koroner dengan risiko kematian mendadak.
Pencegahan Penyakit Jantung
Sebagian besar penyakit jantung disebabkan karena kurangnya kesadaran akan pola hidup sehat. HIndari dan cegah penyakit mematikan di dunia ini dengan upaya tepat. Pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya:
  • Pola Hidup Sehat
Awali dengan pola hidup sehat. Misalnya mengonsumsi makanan sehat dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur. Batasi asupan makanan berlemak jahat dan kolesterol. Cara pengolahan atau memasak juga perlu diperhatikan, dimana kegiatan menggoreng lebih baik mulai dikurangi.
  • Mengontrol Kadar Gula dan Tekanan Darah
Beberapa jenis penyakit dapat menjadi penyebab komplikasi sakit jantung. Sebut saja seperti obesitas dan hipertensi. Karenanya kontrol kadar gula dalam darah dan tekanan darah Anda secara rutin dengan check up di klinik terdekat.
  • Olahraga Teratur
Olahraga yang teratur termasuk dalam rangkaian pola hidup sehat. Pilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat yang bisa dilakukan rutin beberapa kali tiap pekannya. Olahraga akan membantu menjaga kesehatan jantung Anda dengan memiliki denyut jantung teratur. Selain itu, imbangi dengan menjauhi rokok dan minuman beralkohol.

Hipertensi, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Agustus 13, 2019 Add Comment

Definisi Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi tekanan darah di atas 140/90 mmHG. Angka tersebut melebihi batas normal, dimana standarnya seseorang yang sehat memiliki tekanan darah 120/80 mmHG. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya bila tekanan darah terlalu tinggi berisiko mengganggu proses peredaran darah.
Sayangnya tidak jarang seseorang terlambat mengetahui kondisi hipertensi. Sementara hipertensi termasuk penyakit yang dapat membunuh secara diam-diam. Hal ini karena kondisi hipertensi berisiko pada komplikasi yang dapat mengancam keselamatan Anda. Hipertensi yang terlambat terdeteksi bisa menjadi penyebab penyakit kronis seperti gagal ginjal, gagal jantung, jantung koroner, diabetes, dan sebagainya. Karenanya kenali penyakit ini sejak dini dengan gejala berikut:
  • pusing atau sakit kepala parah,
  • penglihatan menjadi buram,
  • rasa mual,
  • dengung pada telinga,
  • kebingungan,
  • nyeri pada dada,
  • susah bernafas,
  • rasa lelah,
  • detak jantung tidak teratur,
  • terasa detak [pada leher, telinga, atau dada, dan
  • terdapat darah di dalam urin,
Risiko dan Pencegahan Hipertensi
Pertambahan usia seseorang membuat upaya pencegahan hipertensi semakin crucial untuk dilakukan. Hal ini mengingat tekanan darah khususnya tekanan sistolik cenderung naik secara perlahan pasca memasuki usia 50 tahun. Sayangnya penderita hipertensi kerap muncul secara diam-diam dan mulai merusak pembuluh darah.
Beberapa upaya memang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah. Seperti mengonsumsi obat pengendali tekanan darah, mengonsumsi buah-buahan kaya air, dan lain-lain. Namun tentu melakukan pencegahan lebih bijak. Pencegahan hipertensi yang bisa dilakukan yaitu:
  • Rutin melakukan cek tekanan darah di klinik atau rumah sakit terdekat. Hal ini karena tekanan darah tidak bisa dikenali secara langsung. Sehingga Anda perlu melakukan cek kesehatan secara berkala, yang mana hal ini semakin penting untuk para manula.
  • Menjaga berat badan ideal. Hipertensi bukan kondisi penyakit yang berdiri sendiri. Dalam beberapa kasus hipertensi muncul akibat komplikasi penyakit lain seperti obesitas. Karenanya menjaga berat badan tetap ideal membantu menekan risiko sakit hipertensi.

  • Mengutamakan pola makan sehat. Makanan yang dikonsumsi haruslah makanan yang kaya gizi dan nutrisi. HIndari makanan berkolesterol atau berlemak. Hal ini semakin wajib terlebih setelah Anda dinyatakan memiliki tekanan darah krisis hipertensi, atau nyaris masuk ke tahap hipertensi. Utamakan mengonsumsi sayur dan buah-buahan seperti melon, semangka, atau lainnya.
  • Olahraga teratur juga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Dimana detak jantung akan lebih teratur dan otot pun tetap aktif. Sehingga diharapkan dengan olahraga rutin Anda bisa tetap sehat dan bugar.

Kiat Pencegahan Penyakit Diabetes Bagi Keturunan Diabetes

Agustus 12, 2019 Add Comment

Mengenal Diabetes
Diabetes adalah penyakit yang ditandai kadar gula darah tinggi di atas normal. Dimana penderita memiliki kondisi organ pankreas yang tidak mampu memproduksi hormon insulin cukup seperlu memecah glukosa. Akibatnya glukosa menumpuk dalam darah dan akan menyebabkan sejumlah gangguan dalam tubuh.
Apakah di dalam keluarga Anda terdapat anggota yang memiliki riwayat diabetes, misal orang tua atau saudara? Bila iya, berarti Anda memiliki risiko penyakit diabetes serupa. Diabetes tipe 2 terutama berkaitan erat dengan riwayat keturunan. Dimana anak dari orang tua penderita diabetes berisiko menderita diabetes pula. Potensi ini pun bisa lebih besar jika kedua orang tua menderita diabetes.
Kemungkinan seseorang menderita diabetes juga bisa bertambah buruk dari gaya hidup tidak sehat. Pada umumnya satu anggota keluarga memiliki pola makan, kebiasaan olahraga, dan gaya hidup yang sama. Karenanya gaya hidup bisa meningkatkan risiko sakit diabetes. Adapun apa yang mesti dilakukan yakni sadar untuk menerapkan gaya hidup sehat, dimulai dari beberapa hal berikut:
  • Menjaga Berat Badan
Memiliki berat badan berlebih meningkatkan resiko seseorang terkena diabetes. Diketahui obesitas meningkatkan risiko penyakit kencing manis antara 20-40%. Oleh sebab itu, bila Anda memiliki berat badan berlebih upayakan untuk menurunkan berat badan. Lakukan diet sehat secara bertahap hingga mendapat berat ideal.
  • Menjaga Asupan Nutrisi
Untuk mencegah risiko sakit diabetes Anda juga perlu menjaga asupan nutrisi. Utamakan menu karbohidrat dari biji-bijian dalam menu sehat Anda. Kurangi makanan atau minuman manis yang memiliki kandungan glikemik tinggi. Selektif memilih lemak tidak jenuh yang jauh lebih menyehatkan dibanding lemak jahat. Selain itu, mulai batasi asupan daging merah dan daging olahan.
  • Seimbangkan Aktivitas Harian
Biasa menggunakan otot Anda dalam aktivitas dalam menekan risiko diabetes. Karena otot yang aktif mampu mengendalikan insulin dan proses penyerapan glukosa. Untuk itu, seimbangkan aktivitas harian Anda. Hindari kebiasaan bermalas-malasan seperti duduk atau berbaring terlalu lama menonton TV yang hanya akan membuat otot kaku.
  • Berhenti Merokok Sekarang Juga
Bagi Anda perokok aktif sebaiknya memutuskan untuk berhenti merokok mulai dari sekarang. Merokok berbahaya bagi kesehatan paru-paru dan juga meningkatkan kemungkinan diabetes. Dimana perokok aktif berisiko lebih besar hingga 50% dibanding mereka yang tidak merokok.

Penyakit Stroke, Pencegahan dan Pengobatannya

Agustus 11, 2019 Add Comment

Penyakit Stroke
Stroke adalah gangguan kesehatan dimana suplai darah menuju otak tidak lancar, sehingga berpotensi membuat jaringan di otak kekurangan nutrisi dan oksigen. Bila hal tersebut terjadi terus menerus, maka jaringan otak bisa mati. Karenanya kondisi ini cukup berbahaya. Dimana penderita stroke bisa menyebabkan kerusakan permanen hingga mengancam keselamatan hidup.
Penyakit stroke bisa menyerang siapa saja, baik manula maupun dewasa. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti faktor usia, jenis kelamin, keturunan, riwayat keluarga penderita stroke atau sakit jantung koroner. Beberapa faktor tersebut termasuk faktor yang tidak bisa diubah. Sementara itu, ada pula faktor penyebab lain seperti gaya hidup tidak sehat karena mengkonsumsi alkohol, merokok, kurang aktivitas, dan sebagainya. Faktor-faktor lain ini masih bisa dikontrol guna menekan risiko sakit stroke. Selanjutnya penyebab stroke bisa dibedakan menjadi 2, yakni

  • Stroke Iskemik
Stroke jenis ini umum terjadi pada usia manula. Stroke iskemik ditandai dengan adanya darah membeku yang menyumbat pembuluh darah. Sehingga aliran darah tidak lancar.

  • Stroke Hemorhagic
Jenis stroke hemorhagic adalah jenis yang mematikan. Kondisinya bisa dikenali dari adanya kebocoran atau pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Hal tersebut mengakibatkan darah mengalir ke permukaan otak atau malah ke dalam otak.
Penyakit stroke bisa dikenali dari beberapa gejala. Diantaranya sakit kepala yang terasa mendadak dan parah. Rasa pusing yang menyebabkan sulit berjalan. Penderita umumnya juga mengalami gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata. Gejala lainnya penderita bisa merasakan kebingungan dan sulit berbicara. Malah beberapa merasakan mati rasa di bagian lengan, kaki, atau wajah.

Pencegahan dan Pengobatan Stroke
Sebelum seseorang menderita stroke, ada baiknya bila penyakit ini dicegah. Adapun upaya pencegahan yang bisa dilakukan yakni dengan menerapkan pola hidup sehat. Dimulai dari mengonsumsi makanan sehat, rutin olahraga, menjauhi alkohol, rokok, menjaga kolesterol tubuh, dan menjaga tekanan darah.
Bila penyakit stroke sudah terlanjur menyerang, maka pengobatan wajib dilakukan. Pengobatan yang dibutuhkan bergantung dari penyebab stroke. Penderita akan dianjurkan mengkonsumsi obat tertentu hingga menjalani terapi fisik, bicara, kerja, dan lainnya.

Jenis, gejala, dan cara pencegahan penyakit stroke

Agustus 09, 2019 Add Comment

Salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat saat ini ialah penyakit stroke. Menurut catatan Kementrian Kesehatan Indonesia pada tahun 2008 bahwa 17 juta jiwa masyarakat harus kehilangan nyawanya karena penyakit stroke. Penyakit ini kondisi dimana saat aliran darah menuju otak terhenti atau tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan otak manusia kekurangan oksigen dan nutrisi yang akhirnya menyebabkan kematian pada sel otak.

Penyakit stroke akan menyerang bagian syaraf yang ada pada otak yang disebabkan pembuluh darah yang pecah atau mengalami penyumbatan. Saat aliran darah ke otak berhenti maka dalam hitungan menit sel otak akan mati perlahan-lahan. Oleh karena itu penyakit ini bisa dikatakan penyakit yang berbahaya sekali.
Jika anda atau anggota keluarga terserang gejala penyakit stroke sebaiknya segera bawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, karena apabila terlambat mendapatkan penanganan medis akan berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

Jenis penyakit stroke


  • Penyakit stroke iskemik
Penyakit stroke yang paling sering terjadi dan disebabkan karena adanya gumpalan darah yang menyumbat aliran darah.
  • Penyakit stroke hemoragik
Jenis ini disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah sehingga darah tersebut mengalir keluar.

Gejala penyakit stroke

  • Mendadak mati rasa atau kelemahan pada kaki, tangan, hingga wajah pada satu sisi tubuh saja, contohnya pada bagian kanan saja.
  • Mendadak kehilangan kesadaran, sulit berbicara, hingga sulit memahami yang dibicarakan penderita stroke.
  • Mendadak merasa pusing, sulit berjalan, hingga kehilangan keseimbangan.
  • Mendadak sakit kepala yang sangat parah.

Cara mencegah penyakit stroke

  • Konsumsi makanan yang sehat
  • Perlunya menjaga berat badan dengan cara yang sehat
  • Melakukan olahraga secara teratur
  • Jangan merokok tembakau
  • Sebaiknya hindari minum beralkohol atau jika ingin minum cukup sedikit saja.

Mencegah penyakit stroke juga bisa dengan banyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian seperti kacang polong. Sebaiknya kurangi konsumsi daging merah dan jaga kolesterol serta lemak jenuh. Anda juga bisa mengurangi konsumsi garam yang berlebihan untuk menjaga tekanan darah agar tetap sehat.